Translate

Minggu, 04 November 2012

Memotivasi Karyawan dan Membangun Tim yang Mandiri

Pentingnya Motivasi

Orang-oarang yang bersedia bekerja dan bekerja keras, apabila mereka merasa bahwa pekerjaan mereka menghasilkan perbedaan dan dihargai. Orang-orang yang termotivasi oleh berbagai hal, seperti pengakuan, prestasi, dan status.
  • Penghargaan Instrinsik adalah kepuasan pribadi yang Anda rasakan ketika Anda bekerja dengan baik dan mencapai tujuan
  • Penghargaan ekstrinsik adalah sesuatu yang diberikan kepada Anda oleh orang lain sebagai pengakuan atas pekerjaan yang baik; penghargaan ekstrinsik termasuk kenaikan bayaran, pujian, dan promosi.

Motivasi dan Hierarki Kebutuhan Maslow

Berikut tingkatan dari hierarki kebutuhan Maslow:
  • Kebutuhan fisiologis: kebutuhan kelangsungan hidup dasar, seperti kebutuhan akan makanan, air, dan tempat perlindungan
  • Kebutuhan keselamatan: kebutuhan untuk merasa aman di tempat kerja dan di rumah
  • Kebutuhan sosial: kebutuhan untuk merasa dicintai, diterima, dan menjadi bagian dari kelompok
  • kebutuhan harga diri: kebutuhan akan pengakuan dari orang lain, serta rasa harga diri dan status atau kepentingan
  • kebutuhan aktualisasi diri: kebutuhan untuk mengembangkan potensi tertinggi seseorang

Faktor-faktor yang Memotivasi dari Herzberg

Berikut faktor-faktor yang memotivasi yang paling penting:
  1. Rasa pencapaian
  2. Pengakuan yang didapat
  3. Minat dalam pekerjaan itu sendiri
  4. Peluang untuk pertumbuhan
  5. Peluang untuk kemajuan
  6. Pentingnya tanggung jawab
  7. Hubungan kawan sebya dan kelompok
  8. Bayaran
  9. Keadilan penyelia
  10. Kebijaksanaan dan peratuaran perusahaan
  11. Status
  12. Keamanan [ekerjaan
  13. Keramahan penyelia
  14. Kondisi bekerja

Pengayaan Pekerjaan

Pengayaan pekerjaan adalah strategi mottivasional yang menekankan pemotivasian pekerja melalui pekerjaan itu sendiri. Mereka yang mendukung pengyaan pekerjaan percaya bahwa lima karakteristik pekerjaan penting dalam memengaruhi motivasi dan kinerja individual:
  1. Variasi keterampilan
  2. Identitas tugas
  3. Artti tugas
  4. Otonomi
  5. Umpan balik

Teori X dan Teori Y McGregor

Teori X

Asumsi manajemen Teori X adalah sebagai berikut:
  • Orang biasa tidak menyukai pekerjaan dan akan menghindarinya bila mungkin
  • Karena ketidaksukaan ini, para pekerja harus dipaksa, dikendalikan, diarahkan, atau diancam dengan hukuman untuk membuat mereka mengerahkan usaha guna mencapai tujuan organisasi
  • Pekerja biasa memilih untuk diarahkan, berharap menghindari tanggung jawab, memiliki ambisi yang relatif kecil, dan menginginkan keamanan
  • Motivator utamanya adalah rasa takut dan uang.

Teori Y

Teori Y memberikan asumsi yang sama sekali berbeda tentang orang-orang:
  • sebagian besar orang suka bekerja
  • sebagian besar orang dengan sendirinya berusaha mencapai tujuan yan telah menjadi komitmen mereka
  • dalam komitmen seseorang terhadap tujuan bergantung pada penghargaan yang diterima karena telah mencapai tujuan tersebut
  • dalam kondisi tertentu, sebagian besar orang tidak hanya menerima, teta[i juga mencari tanggung jawab
  • orang-orang yang mampu menggunakan tingkat imajinasi, kreatibvitas, dan kecerdasan untuk yang relatif tinggi umntuk menyelesaikan masalah
  • dalam industri, potensi intelektual orang biasa baru disadari sebagian saja
  • orang-orang termotivasi oleh berbagai penghargaan.

Teori Penentuan Tujuan dan Manajemen Menurut Objektif

  • Teori penentuan tujuan merupakan pemikiran bahwa penentuan tujuan yang ambisus, tetapi dapat dicapai dapat memotivasi para pekerja dan meningkatkan kinerja apabila tujuan diterima, disertai dengan umpan balik, dan difasilitasi oleh kondisi organisasional.
  • Manajemen menurut objektif adalah sistem penentuan tujuan dan implementasi yang melibatkan siklus diskusi, tinjauan, dan evaluasi objektif di antara manajer tingkat puncak dan menengah, penyelia, dan karyawan.

Memenuhi Harapan Karyawan: Teori Harapan

Manajer sebaiknya mengikuti lima langkah untuk meningkatkan kinerja karyawan:
  1. menentukan penghargaan yang dihargai oleh karyawan
  2. menentukan standar kinera yang diinginkan oleh setiap karyawan
  3. memasttikan bahwa standar kinerja dapat dicapai
  4. menjamin dengan penghargaan terikat dengan kinerja
  5. yakin bahwa penghargaan dianggap memadai.

Memperlakukan Karyawan Dengan Adil: Teori Keadilan

Teori keadilan adalah pemikiran bahwa karyawan berusaha untuk mempertahankan keadilan antara masukan dan hasil bila dibandingkan dengan orang lain dalam posisi yang sama.

Membangun Kerja sama Tim Melalui Komunikasi Terbuka

Prosedur untuk mendorong komunikasi yang terbuka meliputi berikut ini:
  • Menciptakan kultur organisasional yang menghargai sikap mendengarkan
  • Melatih para penyelia dan manajer unttuk mendengarkan
  • Meniadakan penghalang untuk komunikasi yang terbuka
  • Secara aktif melakukan upaya untuk memfasilitasi komunikasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar