Translate

Sabtu, 08 Desember 2012

Artikel: Akuntansi


Sejarah Akuntansi

Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), yang juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543. Pada abad ke 15 romawi jatuh, pusat perdagangan pindah kebelanda, sehingga perkembangan akuntansi memakai system kontinental. Oleh sebab itu kursus akuntansi mulai ditingkatkan, dan disinilah awal mulanya keberadaan akuntan di Indonesia. Pada zaman kemerdekaan dimulai pengiriman akuntan dari Indonesia keluar negri (AS), dan sejak itu pula system akuntansi bergeser dari system kontinental ke system Anglo Saxon (AS). Perguruan tinggi mulai berlomba-lomba membuka jurusan akuntansi, dan berawal tahun 1952. seiring dengan perkembangan akuntansi, maka pada tahun 1953 berdirilah Ikatan Akuntan Indonesia yang merupakan lembaga pengembangan akuntansi di Indonesia.

Pengertian dan Definisi Akuntansi

Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

Akuntansi berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan.
Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis.

Fungsi Akuntansi

Fungsi utama akuntansi adalah sebagai informasi keuangan suatu organisasi. Dari laporan akuntansi kita bisa melihat posisi keuangan sutu organisasi beserta perubahan yang terjadi di dalamnya. Akuntansi dibuat secara kualitatif dengan satuan ukuran uang. Informasi mengenai keuangan sangat dibutuhkan khususnya oleh pihak manajer / manajemen untuk membantu membuat keputusan suatu organisasi.


Prinsip akuntansi

Di bidang akuntansi dan keuangan terutama audit di Indonesia, dikenal istilah “prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia” (merupakan padanan dari frasa “generally accepted accounting principles”) adalah suatu istilah teknis akuntansi yang mencakup konvensi aturan, dan prosedur yang diperlukan untuk membatasi praktik akuntansi yang berlaku umum di wilayah tertentu pada saat tertentu.
Dalam “Prinssip Akuntansi Indonesia” yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia disebutkan maksud laporan akuntansi antara lain : (telah diperbaharui dengan Standar Akuntansi Keuangan namun prinsip dasarnya adalah sama).Perusahaan terpisah dengan pemilik dan perusahaan lainnya, maksudnya akuntansi membedakan asset yang menjadi asset perusahaan dan asset milik pribadi pemilik.

Jadi,prinsip akuntansi terdiri dari :

Manfaat Akuntansi bagi perusahaan, dapat dilihat dari segi:
Bisnis :

Laporan keuangan

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :

Menurut PSAK No.1 Revisi 98, Pragraph 07
Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen-komponen berikut ini:


Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva,

kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsure.

Tujuan Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia tujuan laporan keuangan adalah Meyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Namun demikian, laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam mengambil keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dan kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan.
Laporan keuangan juga menunjukan apa yang telah dilakukan manajemen (Inggris: stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin melihat apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi. Keputusan ini mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen.

Memahami Inforrmasi Keuangan dan Akuntansi

Apakah Akuntansi?

Informasi keuangan terutama berdasar informasi yang diperoleh dari akuntansi. Akuntansi adalah pencatatan, pengklasifikasian, peringkasan, dan penginterpretasian segala kejadian dan transaksi keuangan untuk memberikan informasi kepada manajemen dan pihak berkepentingan lain yang membutuhkan sebagai dasar untuk mengambil keputusan.
Tujuan utama akuntansi adalah membantu manajer mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja operasional perusahaan, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang baik.

Area Akuntansi

Profesi akuntansi terbagi ke dalam lima area kerja utama:
  1. Akuntansi manajerial digunakan untuk menyediakan informasi dan analisis bagi para manajer di dalam organisasi untuk membantu mereka dalam membuat keputusan.
  2. Akuntansi keuangan adalah informasi dan analisis akuntansi yang di tujukan bagi pihak-pihak di luar organisasi.
  3. Auditing adalah tugas meninjau ulang dan mengevaluasi catatan yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan suatu perusahaan.
  4. Akuntansi pajak adalah seorang akuntansi yang diberikan pelatihan mengenai hukum pajak dan bertanggung jawab untuk mempersiapkan SPT pajak atau mengembangkan strategi pajak.
  5. Akuntansi pemerintahan dan nirlaba adalah sistem akuntansi bagi organisasi yang tidak berorientasi laba tetapi melayani ratepayers, pembayar pajak, dan lainnya sesuai dengan anggaran dasar yang disetujui.

Siklus Akuntansi

Siklus akuntansi adalah enam langkah prosedur yang timbul di dalam penyusunan dan analisis laporan keuangan utama. Siklus akuntansi melibatkan tugas, baik pembukuan maupun akuntan. Enam langkah tersebut adalah:
  1. Menganalisis dokumen sumber (bukti penjualan, catatan penjualan, dll.)
  2. Mencatat transaksi di dalam jurnal.
  3. Memindahkan (posting) catatan jurnal kedalam buku besar.
  4. Membuat neraca saldo.
  5. Menyusun laporan keeuangan.
  6. Menganalisis laporan keuangan.

Memahami Laporan Keuangan Utama

Laporan keuangan adalah rangkuman seluruh transaksi yang terjadi selam periode tertentu. Berikut adalah laporan keuangan inti dari sebuah bisnis:
  • Neraca, yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu.
  • Laporan laba rugi, yang meringkas pendapatan, harga pokok penjualan, dan biaya, untuk periode tertentu dan memperlihatkan laba atau rugi yang dialami perusahaan selama perriode tertentu.
  • Laporan arus kas, yang menyediakan suatu rangkuman mengenai uang masuk ke dan keluar dari perusahaan yang mencatat penerimaan kas dan pembayaran kas perusahaan.

Artikel: Bauran Promosi

Di era globalisasi seperti sekarang ini, dunia bisnis semakin lama semakin memerlukan perhatian yang lebih terutama dalam menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi yang semakin maju sesuai dengan kemajuan zaman.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi ini di sisi lain membawa dampak positif, tetapi tidak menutup kemungkinan permasalahan yang dihadapi juga semakin rumit. Hal ini terlihat dengan banyaknya persaingan yang timbul, dimana setiap perusahaan ingin menjadi pemenang di bidangnya masing-masing atau hanya untuk sekedar mempertahankan posisinya. Dengan adanya persaingan yang ketat antar perusahaan, mereka dituntut untuk menjual produk maupun jasanya ke konsumen. Oleh karena itu, perusahaan harus lebih giat dalam memperkenalkan ataupun memasarkan produk maupun jasanya ke konsumen yaitu dengan cara promosi.
Promosi dilakukan perusahaan dengan tujuan memberikan informasi, mempengaruhi, membujuk serta mendorong konsumen agar mau melakukan  pembelian terhadap barang  atau jasa yang dipasarkan. Dengan adanya promosi, perusahaan berharap dapat meningkatkan penjualan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Untuk itu diperlukan adanya suatu strategi pemasaran yaitu dengan menerapkan bauran promosi  yang tepat agar tujuan perusahaan dapat tercapai.
Pelaksanaan kegiatan bauran promosi (promotional mix) yang ada di perusahaan rokok Sekar Arum Blitar masih bersifat terbatas dan dapat dikatakan kurang karena hanya tergantung pada media tertentu saja. Sedangkan perusahaan-perusahaan pesaing menggunakan media yang lebih bervariasi dan lebih luas jangkauannya, sehingga produknya lebih dikenal oleh masyarakat luas

Menggunakan Teknik-teknik Promosi yang Efisien

Promosi dan Bauran Promosi

Promosi adalah usaha-usaha pemasar untuk memberi informasi dan mengingatkan orang-orang dalam pasar sasaran mengenai produk-produk, dan membujuk mereka untuk ikut serta dalam pertukaran. Para pemasar menggunakan banyak alat yang berbeda untuk mempromosikan produk dan jasa mereka. Kombinasi dari alat-alat promosi yang digunakan satu organisasi disebut bauran promosi.

Iklan: Pertempuran Untuk Menjaga Minat Konsumen

Iklan adalah komunikasi non-personal dengan bayaran melalui berbagai media oleh organisasi-organisasi dan individu-individu yang dengan satu cara teridentifikasi di dalam pesan.
Berbagai jenis iklan digunakan oleh berbagai organisasi untuk menjangkau sasaran pasar yang berbeda. Kategori utamanya, antara lain:
  • Iklan ritel
  • Iklan perdagangan
  • Iklan bisnis ke bisnis
  • Iklan institusi
  • Iklan produk
  • Iklan advokasi
  • Iklan komparatif
  • Iklan interaktif
  • Iklan online

Kelebihan dan Kekurangan Dari Berbagai Media Iklan

Media iklan paling efektif sering kali sangat mahal. Media yang tidak mahal mungkin tidak menjangkau pasar. Tujuannya adalah menggunakan medium yang dapat menjangkau pasar yang Anda inginkan secara paling efektif dan efisien.

Langkah-langkah dalam Proses Penjualan

Proses penjualan terdiri atas tujuh langkah:
  1. Prospek dan kualifikasi
  2. Pra-pendekatan
  3. Pendekatan
  4. Melakukan presentasi
  5. Menjawab keberatan
  6. Menutup penjualan
  7. Tindak lanjut

Hubungan Masyarakat: Membangun Hubungan

Sebuah program hubungan masyarakat yang baik terdiri atas tiga langkah:
  1. Mendengarkan masyarakat
  2. Mengubah kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur
  3. Menginformasikan masyarakat bahwa Anda merespon kebutuhan mereka.

Artikel: Mengelola Pemasaran Langsung


Semakin banyak pemasaran sekarang yang beralih dari pasar konvensional ke cyberspace
Pemasaran langsung  menurut Direct Marketing Association adalah sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media iklan untuk menghasilkan tanggapan dan / atau transaksi yang dapat diukur pada suatu lokasi
Manfaat pemasaran langsung :
  1. Bagi konsumen : berbelanja di rumah menyenangkan, nyaman, dan bebas dari pertengkaran, menghemat waktu.
  2. Bagi industri : dapat mempelajari barang dan jasa yang tersedia tanpa menghabiskan waktu untuk bertemu dengan wiraniaga
  3. Bagi penjual : dapat membeli daftar alamat yang memuat nama dari hampir semua kelompok.
Perusahaan-perusahaan saat ini membuat basis data pelanggan.
Basis data pelanggan adalah kumpulan data komprehensif yang terorganisir tentang pelanggan dan calon pelanggan individual terkini, dapat diakses dan dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan pemasaran seperti identifikasi calon pelanggan, kualifikasi calon pelanggan, penjualan produk atau jasa,  atau pemeliharaan hubungan pelanggan
Basis data pemasaran adalah pembentukan, pemeliharaan, serta pemakaian basis data pelanggan dan basis data lain (produk, pemasok, pedagang kembali/reseller) dengan tujuan untuk berhubungan dan bertransaksi.
Basis data pelanggan terdiri dari data demografis, psikografis pembelian terdahulu, serta informasi individual lain yang relevan.
Perusahaan menggunakan basis data mereka dalam empat cara :
  1. Mengidentifikasi calon pembeli
  2. Memutuskan pelanggan mana yang harus mendapatkan tawaran tertentu
  3. Memperdalam kesetiaan pelanggan
  4. Mengaktifkan kembali pembelian pelanggan

Jumat, 07 Desember 2012

Mendistribusikan Produk dengan Cepat dan Efisien

Munculnya Perantara Pemasaran

Perantara pemasaran dulu disebut middlemen, adalah organisasi-organisasi yang membantu memindahkan barang dan jasa dari produsen ke pengguna bisnis atau pengguna akhir. Mereka disebut perantara karena berada di antara sekelompok organisasi yang bergabung untuk membantu mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.
  • Saluran distribusi adalah seluruh perantara pemasaran, seperti perantara grosir dan perantara ritel yang bergabung untuk memindahkan dan menyimpan barang di jalur (atau saluran) dari produsen ke konsumen.
  • Agen atau calo adalah perantara pemasaran yang mempertemukan pembeli dan penjual dan membantu dalam merundimgkan sebuah transaksi, tetapi tidak mengambil alih kepemilikan barang.
  • Perantara grosir adalah perantara pemasaran yang menjual kepada organisasi lain.
  • Peritel adalah organisasi yang menjual kepada konsumen akhir.
Berikut adalah tiga hal mendasar mengenai perantara:
  1. Perantara pemasaran dapat dihilangkan, tetapi aktivitas-aktivitasnya tidak dapat.
  2. Orrganisasi-organisasi perantara telah bertahan di masa lalu karena mereka melakukan fungsi-fungsi pemasaran lebih cepat dan lebih murah dibandingkan yang lainnya.
  3. Perantara menambahkan biaya-biaya pada produk, tetapi biaya-biaya ini buiasanya lebih dari dihapuskan oleh nilai-nilai yang mereka ciptakan.

Utilitas yang diciptakan Perantara

Utilitas (utility) dalam ilmu ekonomi, adalah kemampuanmemuaskan keinginan, atau nilai yang ditambahkan organisasi pada barang atau jasa saat produk dibuat menjadi lebih berguna atau lebih mudah diakses konsumen dibanding sebelumnya. Ada enam utilitas yang ditambahkan: utilitas bentuk, waktu, tempat, kepemilikan, informasi, dan layanan.

Membangun Kerja Sama dalam Sistem Saluran

Ada empat sistem yang dapat digunakan untuk mengaitkan perusahaan-perusahaan:
  1. Sistem distribusi korporat adalah satu sistem yang seluruh organisasi dalam saluran distribusi yang dimiliki oleh satu perusahaan.
  2. Sistem distribusi kontrak adalah sebuah sistem distribusi yang para anggotanya diikat untuk bekerja sama melalui perjanjian kontrak.
  3. Sistem distribusi yang diatur adalah satu sistem distribusi di mana para produsen mengelola seluruh fungsi-fungsi pemasaran di tingkat ritel.
  4. Rantai persediaan adalah urutan aktivitas-aktivitas yang berkaitan yang harus dilakukan oleh berbagai organisasi untuk memindahkan barang dan jasa dari sumber bahan mentah sampai ke konsumen akhir.

Memindahkan Barang dari Produsen ke Konsumen Secara Efisien

  • Memilih mode transportasi paling tepat
  • Fungsi penyimpanan
  • Melacak barang

Artikel: Menentukan Harga Jual Barang

Sepulang dari memberikan pelatihan di satu perusahaan detergen yang besar, seorang trainer menceritakan keheranannya karena ada product manager yang tidak mengetahui cara menentukan harga jual suatu barang yang menjadi tanggungjawabnya. Hal itu terjadi meski ia telah bekerja dibidangnya beberapa tahun. Asal ingat kejadian tersebut sang trainer selalu menggeleng-gelengkan kepalanya tanda takdapat menerima kenyataan. Memang menarik jika hal itu dibicarakan dalam obrolan para insan marketing. Karena menurut pengetahuan yang umum, para manager di bagian marketinglah yang selalu merencanakan harga jual. Para product manager selalu membuat perencanaan pemasaran untuk produk baru maupun yang sudah eksis. Setiap tahun membuat perencanaan ulang dan penyesuaian dengan perubahan yang terjadi di lapangan. Selalu berusaha memoles strateginya sedemikian rupa hingga didapat segmentasi masyarakat yang mau disasar dan ditentukan target yang mau diraih dengan menggunakan pembeda yang ditonjolkan agar mudah diterima konsumen sasarannya. Dengan demikian harga akan disesuaikan dengan kelas sosial para konsumen yang diharapkan membelinya. Penentuan harga yang tidak searah dengan strategi-strategi yang lain, seperti kualitas produk, outlet penyalur dan cara melakukan promosi dapat membuat produk tidak diterima oleh konsumen yang disasar. Berarti pemasarannya akan gagal. Namun kenapa di perusahaan besar tersebut di atas, perencanaan harga jual barang tidak dimulai dari para insan pemasaran? Karena mulai dari merencanakan hingga menentukan harga jual suatu produk dibuat oleh pemiliknya sendiri. Pemilik perusahaan masih tetap bercokol dan menentukan segala masalah di perusahaannya. Dia yang mendiskusikan sendiri dengan manajer tertinggi bagian keuangan. Demikian pula yang terjadi saat akan menaikkan harga jual setiap tahunnya. Dengan demikian maka tidak satu orangpun product manager di perusahaan besar itu yang diminta atau diajak merencanakan harga jual suatu barang. Hal ini merupakan 'kewajaran' di perusahaan tertentu jika manager di bagian pemasaran yang telah berpengalaman sekian tahun namun tak pernah merasakan ikut merencanakan harga jual. Aneh tapi nyata.

Read more at: 
http://emailbisnismarketing.blogspot.com/2012/03/artikelmenentukan-harga-jual-barang.html
Copyright http://emailbisnismarketing.blogspot.com/ Under Common Share Alike Atribution

Kamis, 06 Desember 2012

Mengembangkan dan Menentukan Harga Produk dan Jasa

Satu-satunya cara untuk mencegah kerugian adalah dengan merancang dan mempromosikan produk yang lebih baik, berarti produk dianggap memiliki nilai terbaik. Nilai adalah kualitas bagus pada harga yang wajar. Saat konsumen menghitung nilai dari satu produk, mereka melihat manfaat-manfaatnya dan lalu menguranginya dengan biaya-biaya untuk melihat apakah manfaatnya melebihi biayanya.

Mengembangkan Produk Total

Sebuah penawaran produk total terdiri atas segala hal yang dievaluasi konsumen saat memutuskan apakah ia akan membeli suatu barang; disebut juga paket nilai. Dengan demikian, produk atau layanan dasar mungkin berupa mesin cuci, polis asuransi, atau bir, tetapi penawaran prosuk total dapat terdiri atas penambah-penambah nilai.

Lini Produk dan Bauran Produ

Lini produk adalah sekelompok produk yang secara fisik mirip atau ditujukan untuk pasar yang serupa. Bauran produk adalah kombinasi dari seluruh lini produk yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan manufaktur.

Differensiasi Produk

Differensiasi produk adalah penciptaan perbedaan-perbedaan produk, baik yang nyata maupun yang dipersepsikan. Perbedaan-perbedaan yang sebenarnya terkadang cukup kecil, sehingga para pemasar harus menggunakan satu bauran kreatif dari harga, iklan, dan kemasan untuk menciptakan suatu citra yang unik dan menarik.

Memasarkn Kelas-kelas Barang Konsumsi dan Jasa yang Berbeda

Berdasarkan perilaku pembelian konsumen, memiliki empat kategori umum:
  1. Barang dan jasa sehari-hari
  2. Barang dan jasa perbelanjaan
  3. Barang dan jasa khusus
  4. Barang dan jasa tidak terduga

Kemasan Mengubah Produk

Kita telah mengetahui bahwa konsumen mengevaluasi banyak aspek dari penawaran produk total, termasuk merek. Cukup mengejutkan betapa pentingnya kemasan dalam evaluasi sperti ini.

Semakin Pentingnya Kemasan

Kemasan harus melakukan fungsi-fungsi sebagai berikut:
  1. Melindungi produk didalamnya, mampu berthan saat dipindahkan dan disimpan, tidak mudah rusak, menghalangi pencurian, sekaligus mudah dibuka dan digunakan.
  2. Menarik perhatian pembeli.
  3. Menjelaskan isinya dan memberi informasi mengenai isi.
  4. Menjelaskan manfaat dari produk dalam kemasan.
  5. Menyediakan informasi mengenai jaminan, peringatan, dan masalah-masalah konsumen lainnya.
  6. Memberi indikasi harga, nilai, dan kegunaan.

Merek dan Ekuitas Merek

Hal yang berkaitan erat dengan kemasan adalah merek. Merek adalah sebuah nama, simbol, atau desain (atau kombinasi hal-hal tersebut) yang mengidentisifikasi barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan membedakannya dari barang dan jasa pesaing.

Kategori Merek

  • Nama merek produsen adalah nama merek dari produsen-produsen yang mendistribusikan produknya secara nasional.
  • Merek diler atau label pivat adalah produk-produk yang tidak menyandang nama produsen, tetapi membawa nama distributor atau peritel.
  • Barang generik adalah produk-produk tanpa merek yang biasanya dijual dengan diskon besar dibandingkan dengan merek nasional atau privat.
  • Merek palsu adalah tiruan ilegal dari barang-barang merek nasional.

Menciptakan Ekuitas dan Kesetian Merek

Tujuan utama dari pemasar di masa depan adalah menciptakan kembali ekuitas merek. Ekuitas merek adalah kombinasi faktor-faktor (seperti kesadaran, kesetiaan, anggapan ekuitas, citra, dan emosi) yang diasosiasikan dengan nama merek tertentu. Inti dari ekuitas merek adalah kesetiaan merek. Kesetiaan merek adalah tingkatan sampai di mana pelanggan merasa puas, menyukai merek tersebut, dan berkomitmen untuk melakukan pembelian lagi. Kesadaran merek adalah seberapa cepat atau mudah nama merek tertentu timbul dalam pikiran saat kategori produk disebutkan.

Harga Bersaing

Harga merupakan salah satu dari empat P yang paling sulit dikendalikan oleh manajer. Hal ini penting karena harga merupakan unsur penting dalam evaluasi konsumen terhaap produk.

Tujuan Penentuan Harga

Tujuan-tujuan yang populer adalh sebagai berikut:
  1. Mencapai sasaran pengembalian atas investasi atau laba tertentu.
  2. Membangun arus lalu lintas produk.
  3.  Mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar.
  4. Menciptakan suatu citra.
  5. Mencapai tujuan-tujuan sosial.
 

Rabu, 05 Desember 2012

Artikel: Pasar Konsumen



Model Perilaku Konsumen
Pemasar ingin memahami bagaimana rangsangan itu diubah menjadi tanggapan dalam kotak hitam konsumen yang terdiri dari 2 bagian :
1. Karakteristik pembeli mempengaruhi bagaimana dia mempersepsikan dan bereaksi terhadap rangsangan.
2. Proses pengambilan keputusan pembelian itu sendiri mempengaruhi perilaku pembeli.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen
Faktor-faktor Budaya
  1. Budaya : Serangkaian nilai, persepsi, keinginan, dan perilaku dasar yang dipelajari oleh anggota masyarakat dari keluarga dan instansi penting lain.
  2. Sub-budaya : kelompok orang yang memiliki sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang serupa.
  3. Kelas Sosial : Pembagian kelompok masyarakat yang relatif permanen dan relatif teratur dimana anggota memiliki nilai, minat dan perilaku yang serupa.
Faktor-faktor Sosial.
  1. Kelompok : Dua atau lebih sekelompok orang yang berinteraksi untuk memenuhi tujuan individu atau tujuan bersama.
  2. b. Keluarga.
  3. Peran dan Status. ( Peran terdiri dari sejumlah aktivitas yang diharapkan untuk dilakukan menurut orang-orang di sekitarnya, Tiap peran membawa status yang mengambarkan penghargaan umum terhadap peran tersebut oleh masyarakat.
Faktor-faktor Pribadi
  1. Umur dan Tata Siklus Hidup,
  2. Pekerjaan.
  3. Situasi Ekonomi.
  4. Gaya Hidup : Pola hidup seseorang yang tergambarkan pada aktivitas, interest, dan opinion ( AIO ) orang tersebut.
  5. Kepribadian dan Konsep Diri. ( Kepribadian, sikologis yang membedakan seseorang yang menghasilkan tanggapan secara konsisten dan terus-menerus terhadap lingkungan. Konsep Diri, adalah kepemilikan seseorang dapat menyumbang dan mencerminkan ke identitas diri mereka ).
Faktor-faktor Psikologis
  1. Motivasi, kebutuhan yang mendorong seseorang secara kuat mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut.
  2. Persepsi, Proses menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan informasi guna membentuk gambaran yang berarti tentang dunia.
  3. Pembelajaran, perubahan perilaku seseorang karena pengalaman.
  4. Keyakinan dan Sikap, ( keyakinan = pemikiran deskriptif yang dipertahankan seseorang mengenai sesuatu. Sikap merupakan evaluasi, perasaan dan kecenderungan yang konsisten atas suka atau tidak seseorang terhadap suatu obyek atau ide ).
Tipe Perilaku Pembelian Konsumen
a. Perilaku Pembelian Kompleks
Perilaku pembelian konsumen dalam situasi yang bercirikan adanya keterlibatan konsumen yang sangat tinggi dalam membeli dan adanya persepsi yang signifikan mengenai perbedaan diantara merek.
b. Perilaku Pembelian Pengurangan Disonansi.
Perilaku pembelian dalam situasi dimana pembeli mempunyai keterlibatan yang tinggi tetapi melihat hanya sedikit perbedaan antar merek.
c. Perilaku Pembelian Kebiasaan
Suatu situasi dimana konsumen mempunyai keterlibatan rendah dan perbedaan yang tidak jauh antar merek.
d. Perilaku Pembelian Pencarian Variasi.
Perilaku pembelian konsumen dalam situasi dimana konsumen mempunyai tingkat keterlibatan yang rendah tetapi mempersepsikan adanya perbedaan merek yang signifikan.
Proses Pengambilan Keputusan
  1. Pengenalan Kebutuhan, Tahap dimana konsumen mengenali permasalahan atau kebutuhan.
  2. Pencarian Informasi, tahap dimana konsumen tergerak untuk mencari informasi tambahan, konsumen mungkin sekedar meningkatkan perhatian atau mungkin pula mencari informasi secara aktif.
  3. Pengevaluasi Alternatif, tahap dimana konsumen mengunakan informasi untuk mengevaluasi berbagai merek alternatif di dalam serangkaian pilihan.
  4. Keputusan Pembelian, tahap dimana konsumen secara actual melakukan pembelian produk.
  5. Perilaku Setelah Pembelian, tahap dinama konsumen melakukan tindakan lebih lanjut setelah pembelian berdasarkan pada keputusan atau ketidakpuasan mereka.
Proses Keputusan Pembelian Produk Baru
Produk Baru : Barang, Jasa atau Ide yang dianggap oleh sebagian calon konsumen sebagai hal yang baru.
Proses Adopsi : Proses mental yang dijalani oleh individu melewati dari pertama mempelajari inovasi tertentu hingga ke adaopsi akhir.
Tahap-tahap Proses Adopsi
  1. Kesadaran, konsumen tahu akan produk baru tetapi kekurangan informasi tentangnya.
  2. Ketertarikan, konsumen mencari informasi tentang produk baru tersebut.
  3. Pengevaluasian, konsumen mempertimbang kan apakah mencoba produk baru adalah masuk akal.
  4. Percobaan, konsumen mencoba produk dalam skala yang kecil untuk meningkakan perkiraan besarnya nilai produk tersebut.
  5. Pengadopsian, konsumen menentukan apakah akan menjadi pemakai tetap atau tidak dari produk baru tersebut.
Pengaruh Karakteristik Produk terhadap Tingkat Pengadopsian.
Keunggulan relatif : Tingkat yang menunjukan keunggulan inovasi terhadap produk yang telah ada.
Kompatibilitas : Tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai dan pengalaman calon konsumen.
Kompleksitas : Tingkat kesulitan inovasi untuk dimengerti  atau digunakan.
Divisibilitas : Tingkat inovasi dapat dicoba sedikit demi sedikit.
Komunikabilitas : Tingkat kemampuan hasil penggunaan inovasi dapat     diobservasi atau dijelaskan kepada orang lain.

Pemasaran: Membangun Hubungan Pelanggan

Apa Itu Pemasaran?

Sebagian besar orang menganggap pemasaran sebagai "penjualan" atau "periklanan". Ya, penjualan dan periklanan merupakan bagian dari pemasaran, tetapi pemasaran melibatkan jauh lebih banyak hal. Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsep, penetapan harga, promosi, serta distribusi barang dan jasa untuk memfasilitasi pertukaran yang memenuhi objektif individual dan organisasional.

Evolusi Bidang Pemasaran

Evolusi pemasaran di Amerika Serikat melibatkan empat era: (1) Produksi, (2) penjualan, (3) konsep pemasaran, (4) hubungan pelanggan.

Konsep Pemasaran

  1. Orientasi Pelanggan. Menemukan apa yang diinginkan konsumen dan menyediakannya bagi mereka.
  2. Orientasi Jasa. Pastikan semua orang dalam organisasi mempunyai tujuan yang sama: kepuasan pelanggan.
  3. Orientasi Laba. Fokus pada barang dan jasa yang akan menghasilkan laba terbanyak dan memungkinkan organisasi untuk bertahan dan melakukan perluasan dan melayani lebih banyak keinginan dan kebutuhan konsumen.

Bauran Pemasaran

Sebagian besar dari yang dilakukan orang-orang pemasaran dengan mudah dibagi menjadi empat faktor yang disebut dengan empat P untuk memudahkan mereka untuk mengingat dan mengimplementasikannya. Fakto-faktor itu adalah:
  1. Produk (produk)
  2. Harga (price)
  3. Tempat (place)
  4. Promosi (promotion)

Proses Penelitian Pemasaran

Proses penelitian pemasaran yang disederhanakan terdiri atas setidaknya empat langkah:
  1. Mendefinisikan pertanyaan (masalah atau peluang) dan menentukan situasi saat ini.
  2. Mengumpulkan data.
  3. Menganalisis data penelitian.
  4. Memilih solusi terbaik dan mengimplementasikannya.

Lingkungan Pemasaran

Pemindaian Lingkungan adalah proses pengidentifikasian faktor-faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan pemasaran. Faktor-faktor itu mencakup pengaruh global, teknologi, sosiokultural, kompetitif, dan ekonomi.

Dua Pasar yang Berbeda: Konsumen dan Bisnis ke Bisnis (B2B)

  • Pasar konsumen adalah semua individu atau rumah tangga yang menginginkan barang dan jasa untuk konsumsi atau penggunaan pribadi.
  • Pasar bisnis ke bisnis adalah semua individu dan organisasi yang menginginkan barang dan jasa untuk penggunaan dalam memproduksi barang dan jasa lain atau untuk penjualan, penyewaan, atau pemasokan barang kepada orang lain.